Semua Kategori
Berita

Penggunaan Kain Non-Woven dalam Konstruksi Kasur

2022-03-02

Kain Tenun Tradisional vs. Kain Non-Tenun

Kain tradisional terbuat dari untaian serat panjang dan berkelanjutan yang ditenun bersama untuk menciptakan satu bagian atau lembaran material. Kain non-woven terbuat dari serat pendek, yang diikat bersama menggunakan panas, pelarut kimia, dan metode pengikatan lainnya. Kain non-woven terbuat dari bahan seperti polipropilen atau poliester, dibuat agar tahan lama, dan sering digunakan di setiap bidang manufaktur dan jasa industri.


Berbeda dengan kain tenun tradisional, kain non-tenun dapat menahan beban tertentu tanpa terurai, berlubang, atau berjumbai. Kain non-tenun sering digunakan dalam pembuatan furnitur, karpet dan seni tekstil, untuk pakaian dan aksesoris medis, dalam penataan lanskap, untuk atap dan konstruksi, dan banyak lagi.

Bagaimana Kain Non-Anyaman Digunakan dalam Konstruksi Kasur

Konstruksi kasur lebih rumit daripada sekadar menyusun beberapa pegas dan membungkusnya dengan busa, dan kain non-anyaman digunakan di hampir setiap fase prosesnya. Kain non-anyaman dirancang untuk memiliki kekuatan tarik yang tinggi, tahan air, dan berfungsi sebagai isolasi atau bantalan.


Dalam pembuatan kasur, bahan non-woven digunakan dari atas hingga bawah. Kami menawarkan Flange, Quiltback, Dust Cover, Topper, Stitchbond, dll. Bahan non-woven cukup kuat untuk menahan tekanan dan gesekan konstan dari penggunaan terus-menerus, dan juga membantu mencegah ujung pegas yang tajam menusuk bahan yang lebih lembut. Bahan non-woven juga digunakan dalam finishing, sangat cocok sebagai penutup kasur, pillow-top, dan sebagai lapisan belakang untuk kain finishing dekoratif. Kain yang tahan lama dan tahan tekanan ini juga dapat diolah agar tahan panas dan api, kualitas penting lainnya dalam pembuatan kasur.


kategori panas