Kebijakan Larangan Plastik Global Mendorong Ekspor Mesin Pembuat Tas Belanja Nonwoven, Pesanan Melonjak 40% di Timur Tengah & Amerika Latin
2026-07-29
Beberapa pelanggan bertanya kepada saya: “Di mana lokasi perusahaan Anda?” Jawaban kami adalah: “Kami berlokasi di Kabupaten Pingyang. Di sana terdapat lini produksi nonwoven PLA/RPET terbaru dan lini produksi Spunmelt berkecepatan tinggi SSMMS. Selamat datang untuk mengunjungi kami.”
PLA adalah asam poliat, yaitu bahan baku serat polimer baru yang diperoleh dari pati jagung melalui fermentasi bakteri dan sintesis kimia. Kain nonwoven yang terbuat dari bahan baku serat yang dapat terurai secara hayati akan secara bertahap terurai menjadi karbon dioksida dan air di bawah pengaruh enzim, mikroorganisme, asam, basa, dan air ketika ditempatkan di lingkungan alami, dan akhirnya menghilang.
Karena asam polilaktat merupakan bahan baku terbarukan secara hayati, proses pembuatannya menghasilkan gas rumah kaca yang lebih sedikit dibandingkan polimer lainnya. Oleh karena itu, asam polilaktat merupakan material perlindungan lingkungan baru yang tidak mencemari lingkungan.
Jenis-jenis asam polilaktat
Berdasarkan struktur molekul asam polilaktat, asam ini sering dibagi menjadi asam polilaktat kidal (PLLA), asam polilaktat kanan (PDLA), dan asam polilaktat rasemik (PLLA), yang memiliki kristalinitas dan titik leleh tinggi (sekitar 175 ℃), dan umumnya digunakan untuk memintal serat dan kain nonwoven.
Asam polilaktat tidak hanya memiliki karakteristik kekuatan yang baik, inert secara kimia, dan mudah diproses, tetapi juga memiliki biokompatibilitas dan biodegradabilitas yang sangat baik. Asam polilaktat terdegradasi melalui hidrolisis. Polimer yang dihasilkan dari hidrolisis pada akhirnya akan menghasilkan air dan karbon dioksida di bawah aksi metabolisme mikroorganisme, yang tidak akan menyebabkan polusi sekunder terhadap lingkungan.
Asam polilaktat adalah polimer berwarna kuning muda atau transparan. Ini adalah bahan polimer termoplastik. Sifat-sifatnya mirip dengan polistirena (PS) dan poliester (PET). Peralatan pemintalan leleh konvensional (seperti metode spunbonded dan sistem produksi metode melt blown) dapat digunakan untuk memproduksi kain nonwoven asam polilaktat.
Karakteristik kain nonwoven asam polilaktat, (1) limbah asam polilaktat dapat terurai di lingkungan alami, dan tidak ada gas beracun ketika dibakar. Selain itu, juga dapat dikomposkan, sehingga tidak menimbulkan polusi terhadap lingkungan.
Selain itu, karbon dioksida yang dihasilkan dari dekomposisinya dapat digunakan kembali melalui fotosintesis tanaman untuk menghasilkan pati. Ini adalah jenis bahan daur ulang alami yang bebas polusi.
(2)Selain terurai di lingkungan alam, limbah asam polilaktat tidak menghasilkan gas beracun ketika dibakar. Selain itu, limbah ini juga dapat digunakan sebagai kompos, yang sama sekali tidak berbahaya bagi lingkungan.
(3)Kain nonwoven asam polilaktat memiliki kemampuan pewarnaan dan sifat mekanik serta pemrosesan yang baik. Kain ini dapat digunakan untuk memproses berbagai macam produk di perkotaan dan memiliki berbagai macam aplikasi.
4. Aplikasi Asam Laktat pada Kain Nonwoven
Kain nonwoven asam polilaktat terutama digunakan di bidang pertanian, hortikultura, dan aspek lainnya. Kain ini dapat digunakan sebagai kain untuk budidaya benih, pembibitan, pencegahan embun beku, dan penyiangan.
Dari segi medis dan perawatan kesehatan, kain ini dapat digunakan sebagai pakaian bedah, kain penutup bedah, masker, dll; kain ini juga dapat digunakan sebagai popok, kain pembalut wanita, dan kebutuhan fisiologis sehari-hari lainnya;
Dalam hal kebutuhan sehari-hari, dapat digunakan sebagai kain lap, kantong penyaring air dapur, kantong penyaring ampas, atau bahan kemasan lainnya:
Penggunaan kain nonwoven asam polilaktat untuk menggantikan beberapa produk plastik umum yang tidak dapat terurai memainkan peran penting dalam mengurangi pencemaran lingkungan.
Popular Berita